Hei, sedikit
aja kamu lihat aku, itu sudah membuat ku bahagia, termesum-mesum, dan tertawaJ. Walaupun kamu
melihat ku karena terpaksa. Tapi terus lah merasa terpaksa sehingga kamu lupa
dan terbiasa dengan apa yang biasa kamu lakukan walaupun karena terpaksa.
Namun memang
itu hanya mimpi, hanya mimpi yang mungkin sulit untuk dicapai kembali. Maaf ?
ya memang hanya “maaf” yang dapat terucap, namun itu pun tak ada gunanya.
Karena itu tidak merubah keadaan bahwa kamu akan tetap jauh dari ku.
Hei kamu,
pernah tidak kamu memikirkan perasaan orang yang menyayangi mu? Pernah tidak
kamu berfikir bahwa dia sangat menyayangi mu ? hei kamu! Tolong jawab. Apa
jawaban mu akan sesuai isi hati mu ?
Hei kamu,
jangan pernah mengatakan sayang jika kamu tidak sanggup menerima dia dengan apa
adanya sifat dia. Karena bukan hanya menyakiti hati mu, tapi juga hati dia.
Kamu tau ga kenapa ? karena dia hanya membuang waktu menyayangi orang yang
berpura-pura menerima dia apa adanya.
Namun jika kamu
ingin terus berpura-pura menerima dia apa adanya, terus lah berpura-pura sampai
akhirnya kamu lupa kalo kamu sedang berpura-pura menerima dia apa adanya.
Note : Jangan pernah sedikit aja kasih pisau ke dalam
hati wanita yang lo sayang dan menyayangi lo. Jangan sampe kalian seperti “aku
dan kamu” di cerita di atas.
No comments:
Post a Comment