home

Tuesday, February 25, 2014

Kepaksaan Membuat Kebiasaan

Hei, sedikit aja kamu lihat aku, itu sudah membuat ku bahagia, termesum-mesum, dan tertawaJ. Walaupun kamu melihat ku karena terpaksa. Tapi terus lah merasa terpaksa sehingga kamu lupa dan terbiasa dengan apa yang biasa kamu lakukan walaupun karena terpaksa.
Namun memang itu hanya mimpi, hanya mimpi yang mungkin sulit untuk dicapai kembali. Maaf ? ya memang hanya “maaf” yang dapat terucap, namun itu pun tak ada gunanya. Karena itu tidak merubah keadaan bahwa kamu akan tetap jauh dari ku.
Hei kamu, pernah tidak kamu memikirkan perasaan orang yang menyayangi mu? Pernah tidak kamu berfikir bahwa dia sangat menyayangi mu ? hei kamu! Tolong jawab. Apa jawaban mu akan sesuai isi hati mu ?
Hei kamu, jangan pernah mengatakan sayang jika kamu tidak sanggup menerima dia dengan apa adanya sifat dia. Karena bukan hanya menyakiti hati mu, tapi juga hati dia. Kamu tau ga kenapa ? karena dia hanya membuang waktu menyayangi orang yang berpura-pura menerima dia apa adanya.
Namun jika kamu ingin terus berpura-pura menerima dia apa adanya, terus lah berpura-pura sampai akhirnya kamu lupa kalo kamu sedang berpura-pura menerima dia apa adanya.


Note : Jangan pernah sedikit aja kasih pisau ke dalam hati wanita yang lo sayang dan menyayangi lo. Jangan sampe kalian seperti “aku dan kamu” di cerita di atas.

No comments: